Sentuhan Dingin Anies Baswedan

Sebut saja namanya bom molotov raksasa, karena mobil yang dibakar dan diarahkan menuju kerumunan peserta tabligh akbar yang dihadiri Habib Rizieq itu berisi jerigen penuh bensin. Jadi sebut saja namanya bom molotov raksasa.

Mobil meledak, disana ada Habib Rizieq dan teman-teman FPI. Jika saja 2 mobil lainnya ikut meledak, entah berapa nyawa yang jadi korban.

Lalu..

Mereka tetap tenang, berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Air dari botol-botol mineral. Setelahnya, mereka juga tidak terpancing untuk berbuat anarkis. Menyerahkan aksi teror itu pada penegak hukum. Tetap percaya jalur hukum meski hingga detik ini belum dapat jawaban pasti, siapa pelaku teror?

FPI yang dicap anarkis memang makin jauh dari kata anarkis. Aksi 411, 212 menjadi bukti. Di 411, mereka membuat barisan pagar hidup melindungi polisi, di 212 mereka antarkan pasangan non muslim ke pintu gerbang pernikahan.

Sentuhan Anies Baswedan?

Masih lekat dalam ingatan, Anies Rasyid Baswedan datangi markas FPI dan bertemu langsung Habib Rizieq. Anies juga datangi tokoh-tokoh pemuka lintas agama. Anies ingin menjadi perekat, pemersatu.

Untuk urusan pemersatu, Anies memang tokoh yang tepat. Saya jadi paham kenapa Anies Baswedan yang dipilih PKS dan Gerindra untuk maju berhadapan dengan Ahok.

Saya jadi paham..

Gak habis pikir kalau lawan yang berhadapan dengan Ahok sama tabiatnya. Jika lawan yang berhadapan dengan Ahok suka berkata kasar, provokatif, rasis dan hal-hal buruk lainnya, apa jadinya Jakarta jika dua orang yang sama perilakunya saling berhadapan??

Alhamdulillah Anies yang dipilih untuk maju. Tokoh yang bisa menenangkan dan menjadi jembatan tenun kebangsaan. Semoga berhasil hari Rabu 19 April besok Pak Anies Baswedan!

Lalu memimpin ibukota untuk semua!
Semoga..

Enjang Anwar Sanusi

BAGIKAN