Sejarah Penjajahan Palestina

22

Summary Sharing Dr. Syarif (Direktur al-Quds Foundation Malaysia)

Keberkahan Baitul Maqdis

Baitul Maqdis adalah tanah yang diberkahi Allah, dan segala sesuatu yang terhubung dengannya — termasuk para pejuang dan para pelayan Al-Quds — juga mendapatkan keberkahan.

Keutamaan bukan hanya pada keterlibatan fisik, tetapi terutama keterikatan hati yang diimplementasikan melalui amal nyata.

Semangat perjuangan yang terus berlanjut sejak 7 Oktober hingga kini lahir karena adanya keterhubungan hati yang dibarengi dengan aksi.

Posisi Strategis Palestina

Palestina adalah titik tengah dunia Islam, mulai dari Indonesia hingga Maroko/Mauritania.

Jika Palestina jatuh, maka akan memutus keterhubungan dan kesatuan umat Islam sedunia.

Disebut sebagai ardul muqaddasah wal mubarakah (tanah suci dan diberkahi), serta land of jihad and ribath — tempat jihad dan penjagaan perbatasan umat.

Baca juga  Kisah Nyata Sniper HAMAS di Gaza

Sejarah Penjajahan Zionis

1887: Konferensi Zionis pertama, meminta tanah untuk Yahudi diaspora Eropa.

1917: Deklarasi Balfour — Inggris “menghadiahkan” Palestina kepada Yahudi, meski bukan haknya.

Kekalahan Turki Utsmani pada PD I memicu pembagian wilayah Timur Tengah, mempermudah imigrasi Yahudi ke Palestina (1918–1947).

Populasi Yahudi naik dari 3% menjadi 31% dalam 29 tahun, tetapi hanya memiliki 5% wilayah.

1947: Resolusi PBB 181 membagi wilayah — 55% untuk Yahudi, 45% untuk Arab, Jerusalem di bawah kontrol internasional.

1948: Nakbah (bencana besar), 78% wilayah jatuh ke Yahudi, 530 kampung hancur, 15.000 syahid, 700.000 pengungsi, 70 pembantaian.

Situasi Terkini Palestina

Kini, Palestina hanya menguasai 5% wilayah aslinya.

Baca juga  Konflik Palestina-Israel: Sejarah, Akar Masalah, dan Upaya Penyelesaian

Gaza hanya 1,3% dari luas total Palestina, namun tetap mampu bertahan melawan Israel dan sekutunya — ini disebut sebagai mukjizat sebagaimana sabda Nabi ﷺ tentang sekelompok umat yang akan terus memperjuangkan kebenaran meski diabaikan saudaranya.

Upaya Penghapusan Identitas Islam

Mengganti nama-nama Arab menjadi nama Yahudi/Eropa (contoh: Jalan Umar bin Khattab menjadi Jalan Ben Gurion).

Merobohkan masjid-masjid tua, melarang umat mendatanginya, dan menghancurkan kampung Muslim di sekitar Al-Quds.

Menghapus kurikulum Palestina: menghilangkan ayat jihad, ayat ke-7 Al-Fatihah, lagu kebangsaan Palestina, serta menekan identitas Islam di sekolah.

Masyarakat Al-Quds hanya memiliki status residensi sementara (seperti Kitas), tanpa paspor dan KTP tetap; jika izin tinggal dicabut, mereka langsung dideportasi.

Baca juga  Tolak Evakuasi Warga Gaza, Dukung Palestina Merdeka

Masjid Al-Aqsa diakui Israel hanya area kecil, sedangkan area masjid lainnya dibuka untuk umum bahkan didirikan kantor polisi di kompleks dalam.

Penggalian 63 terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa untuk melemahkan pondasi dan memuluskan klaim pembangunan Haikal Sulaiman.

Kerusakan fisik masjid dibiarkan tanpa boleh diperbaiki, sebagai upaya menghapus warisan Islam.

Pesan Utama

  1. Palestina dan Masjid Al-Aqsa adalah amanah umat.
  2. Keterlibatan bukan hanya dalam bentuk dukungan lisan, tapi juga keterikatan hati yang berwujud aksi nyata: doa, donasi, advokasi, dan edukasi.
  3. Menjaga Al-Aqsa berarti menjaga martabat Islam, memperkuat ikatan ukhuwah, dan mempertahankan keberkahan umat.

Comments

comments