Kisah Nyata: Perjuangan Eko Sunarto Melawan COVID-19

111

Seorang pasien Covid-19 bernama Eko Sunarto asal Bojong Nangka – Kec. Kelapa Dua – Kab. TANGERANG membuat testimoni kesembuhannya dari virus #Covid19.

Berikut kisah perjuangan Eko melawan virus mematikan tersebut:

(Dugaan kena dimana)..

A. Jadi begini, sekitar pertengahan bulan lalu teman (pria) seruangan di kantor tiba-tiba mengalami gejala batuk kering sudah 3 hari yang awalnya dikira flu biasa. Karena sudah akrab, juga karena tuntutan kerja hingga suatu saat lupa kalau harus jaga jarak aman 1 meter. Setelah kejadian teman batuk kering itu, tepatnya seminggu setelahnya saya mulai mengalami demam tinggi. Sampai saat itu itu saya masih sempat bekerja, karena saya adalah pekerja keras yang terbiasa bekerja setiap harinya.

B. Seminggu sejak malam jahanam tanggal 9 Agustus itu, saya mengalami demam tinggi selama 3 hari, badan saya terasa sakit semua. Meskipun sudah menenggak paracetamol beberapa biji, namun panas hanya reda sejenak, lalu demam lagi,

Awalnya saya curiga demam ini adalah tifoid (penyakit tipes), namun saya tidak mengira sedikitpun jika demam itu adalah karena COVID 19, karena memang saya tidak percaya adanya pandemi ini. Saya sempat percaya pandemi hanya dibuat-buat untuk menguras uang negara. Selain itu tak ada masalah apapun di tenggorokan, maupun sistem pernapasan saya.

Sejak demam itu semakin menggila, saya memutuskan tuk mengisolasi diri (pisah ranjang) dan menggunakan masker di rumah untuk safety health reason (bahasa keren dari alasan kesehatan). Apalagi di rumah ada putra bungsu kami yg yang baru berusia 2 tahun.

C. Setelah 3 malam demam tanpa henti, akhirnya saya izin tidak ngantor tentunya. Kemudian saya memutuskan untuk berobat dan memeriksakan diri ke Faskes di kantor. Anehnya, setelah mendengarkan gejala yang saya alami, dokter di Faskes tersebut langsung mengarahkan saya untuk tes swab PCR. Hingga akhirnya 7 hari berlalu, kemudian hasil swabnya keluar dan saya dinyatakan positif terpapar corona!

Dunia serasa runtuh mendengarnya!

D. Selama 7 hari pasca swab, saya mulai menjalani kehidupan normal di rumah sebagay orang tanpa gajian (OTG). Saya tak merasakan gejala apapun termasuk demam…
Lalu tanpa disadari, virus laknat itu mulai menggerogoti tubuh saya….. (ini awal ujian berat di hidup saya).

Tepat di hari Selasa, 18 Agustus, saya tiba-tiba dihubungi oleh Faskes kantor yang menyatakan bahwa saya positif Covid-19.. Saat itu saya merasa hati saya hancur, namun saya berusaha menyembunyikannya terlebih dahulu kepada istri agar dia tdk panik dan gelisah.. Namun saya tetap melakukan isolasi di kamar dan menggunakan masker.

E. Akhirnya di hari yang sama saya memutuskan untuk bicara jujur kepada istri bahwa saya positif Covid-19 dan negatif HIV, istri saya menangis sedih. Di hari itu pula dengan berat hati dan terpaksa saya mengajukan diri ke kantor untuk dibuatkan surat pengantar rawatinap/isolasi ke Wisma Atlet Kemayoran.

Hal itu saya lakukan untuk alasan safety health reason (bahasa keren dari alasan kesehatan) anggota keluarga kami di rumah, yaitu istri tercinta serta ke-3 anak kami. Lalu berangkatlah saya ke wisma atlet pada tanggal 18 Agustus 2020 sekitar pukul 14.00
. Saya memutuskan tidak menumpang angkutan umum agar tidak menularkan virus laknat ini kepada orang banyak.

F. Yang saya ingat waktu saya pamit saat meninggalkan rumah saat itu adalah seluruh anak saya dan istri menangis sedih.

karena terbayang akan ketiadaan saya di rumah, keterbatasan aktivitas berikutnya di rumah, serta stigma negatif dan respon nyinyir dari para tetangga dan warga sekitar ketika mereka mengetahui ujian yang tengah saya alami
ini.

G. Sesampainya di Wisma Atlet, saya diterima dengan baik sekali dan langsung diberikan ruang isolasi di Tower 7 lantai 32 pada pukul 20.00. Selanjutnya saya juga langsung diberikan terapi yaitu beberapa obat impor yang harus saya minum, diantaranya ada obat anrivirus selama 7 hari. Saya masih ingat betul saat itu saya sama sekali tidak merasakan gejala/keluhan apapun, terkecuali lidah dan hidung yang rasanya tidak seperti biasanya (kemampuan indera perasa dan penciuman berkurang)
.

H. Pada tanggal 26 Agustus, saya kemudian di swab lagi (pertama kalinya di wisma Atlet), dan hasilnya masih tetap positif dengan nilai CT 30,7… sehingga saya harus lanjut masih dirawat hingga pada tgl 1 September saya dipindah ke ruang Persisten untuk dilanjutkan pengobatan Resfar via Infus selama 5 hari. Virus jahanam ini tak juga mau meninggalkan tubuh saya!

Setelah hari ke 6 (tanggal 6 September), saya kemudian menjalani swab kedua, dan hasilnya masih juga positif meskipun sudah mengalami peningkatan imun dengan CT sebesar 34,5. Padahal saya sudah berhari-hari di ruang/kamar dengan minum obat teratur, istirahat pun rasanya sudah lebih dari cukup, makanan standar Rumah Sakit pun saya lahap dengan ikhlas (cukup gizi dan protein tentunya). Saya juga rajin berjemur pagi+olah raga ringan, dan minum suplemen tambahan pribadi seperti Vit.C 1000mg,Bearbrand, Madu, bahkan Minyak Kayu Putih dan lain lain pun saya tenggak agar sembuh. Ibadah kepada tuhan yang saya sembah pun tidak saya tinggalkan tuk memohon diangkat dari penyakit laknat pemberian-Nya itu

Intinya semua saran dari medis maupun teman-teman yang sudah pernah mengalami sudah saya jalani semua, namun alloh masih berkehendak lain dan saya masih juga belum saatnya sembuh.

I. Menghubungi para sahabat lama sudah lama tak bertemu pun saya lakukan. Hingga akhirnya pada 8 September atau tepatnya 3 hari sebelum jadwal swab berikutnya, saya disarankan oleh teman baik sohib karib deket saya yang bernama Guntur Habiyoso (semoga alloh berikan Barokah dan kesehatan kepada beliau, Aamiin) untuk coba mengonsumsi VCO..

Kemudian saya diberikan kontak mas Ibnu Toyib dan pada malam hari itu pula saya pesan 1 botol VCO Fallen. Komunikasi berikutnya terus saya jalin dengan mas Ibnu guna mendapatkan arahan dan support tentang bagaymana aturan/dosis minumVCO ini. Dari beliau saya dapatkan beberapa testimoni dari para penderita covid lain yang sudah pernah mencoba suplemen barokah ini.

Singkat cerita saya dimasukkan oleh mas Ibnu ke dcalam WA grup tuk saling monitor dan saling mendukung/menyemangati. Tanggal 9 September siang pukul 13.00 WIB, VCO sampai ke tangan saya dan langsung saya tenggak sesuai aturan yang diarahkan
.

J. Pada tanggal 11 September saya diswab (kali ini untuk yang kali ketiga di wisma atlet), saat itu baru sekitar 2 hari saya baru minum VCO Fallen…

Daaaaann hasilnyaaaa…..
Alhamdulillah, Was Syukru Lillah, Masya Allah, Allahu Akbar!!

Pada tanggal 13 September hasil swab saya keluar yang menyatakan saya negatif Corona dan HIV.

Hari itu juga saya langsung diperbolehkan pulang tuk memberikan kamar kepada pasien lain yang lebih membutuhkan. Selanjutnya saya diminta isolasi mandiri di rumah selama 7 hari setelah sebelumnya saya dirawat di wisma Atlet selama 26 hari…

Rasa syukur, senang, gembira dan bahagia sekali saya rasakan, karena akhirnya saya dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang… Ini kejadian yang saya impi-impikan sejak lama, meskipun tidak menduga bahwa efek minum VCO secepat dan sedahsyat ini hasilnya,,
Allah sudah menggariskan semuanya, meskipun kita menjalani rangkaian doa dan ikhtiar.Ternyata jalan kesembuhan saya adalah berkat minyak kelapa ini.

Terima kasih mas Guntur Habiyoso,
Terima kasih mas Ibnu Toyib Kusmargono,
Semoga barokah dan segala urusan serta kesehatan senantiasa Allah berikan.

Pesan dari Mas Eko:
Teruntuk teman-teman yg masih berjuang melawan Covid, tetap semangka, terus berdoa dan yakin.. selama ada usaha (dan rutin minum minyak kelapa murni).. Insya Allah di situ ada kesembuhan.

Ayo saling memberikan semangat kepada penderita Covid 19
Ayo saling mengingatkan para anggota keluarga dan teman
Ayo patuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus mematikan ini
Ayo bersama seluruh rakyat Indonesia kita lawan Virus Covid-19
Ayo rutin minum VCO tuk kesehatan dan kesembuhan kita
#Ayo yo Ayo yo yo yo…

Aaaamiin Ya Robbal Alamin

Dirangkum dari testimoni seorang survivor Covid:
a.n. Eko Sunarto
d/a. Dasana Indah Blok S.19 No.14
Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
narahubung: +62 813-8479-9600

#testimonisurvivorcovid
#vaksinsudahdidepanmata
#tetapjagajarakpandang

Comments

comments