Inilah Alasan Mengapa Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila Tidak Tepat

203

Oleh: Prihandoyo Kuswanto, 
Ketua Rumah Pancasila.

Di dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dipimpin Bung Karno pada tanggal 18 Agustus 1945, dokumen Preambule atau Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berlaku sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.

Pada pokoknya, Pancasila hasil galian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan secara padat dan indah dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan yang pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan dan sebagai Dasar Negara Indonesia Merdeka.

“…maka disoesoenlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itoe dalam soeatoe Oendang-oendang Dasar Negara Indonesia, jang terbentoek dalam soeatoe soesoenan Negara Republik Indonesia jang berkedaulatan rakjat, dengan berdasar kepada:

Ke-Toehanan Jang Maha Esa, kemanusiaan jang adil dan beradab, persatoean Indonesia, dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permoesjawaratan-perwakilan, serta dengan mewoedjoedkan soeatoe keadilan sosial bagi seloeroeh rakjat Indonesia.”

Jadi Pancasila yang ada di pembukaan UUD 1945, itulah yang final dan Bung Karno tidak pernah lagi mengunakan konsep Pancasila 1 Juni 1945, sebab kata Bung Karno pembukaan UUD 1945 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah loro-loroning atunggal yang tidak dapat dipisahkan.

Baca juga  Hari Kesaktian (Kesakitan?) Pancasila

Pancasila yang rumusan nya ada di alinea ke IV itulah yang final tidak rumusan Pancasila yang lain Rumusan Pancasila 1 Juni 1945 dan rumusan Pancasila Piagam Jakarta adalah sebuah proses penyempurnaan Pancasila hingga final 18 Agustus 1945 yang rumusannya ada di pembukaan UUD 1945.

Pancasila yang ada di Pembukaan UUD 1945 itulah sebagai dasar Indonesia merdeka yang diproklamasikan 17 Agustus 1945

Bung Karno mengatakan dalam satu pidatonya, bahwa antara proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembukaan UUD 1945 terdapat hubungan yang sangat erat. Beliau mengatakan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah suatu proclamation of independence.

Sementara Pembukaan adalah declaration of independence. Antara proclamation of independence dan declaration of independence adalah loro-loroning atunggal, keduanya adalah satu dan tidak dapat dipisahkan, satu melengkapi yang lain.

Baca juga  Inilah Kontroversi dalam RUU Haluan Ideologi Pancasila

Hanya Indonesia yang memiliki keduanya. Negara lain hanya memiliki salah satu, kalau tidak proklamasi kemerdekaan, ya deklarasi kemerdekaan.

Indonesia memiliki keduanya. Proklamasi menegaskan kemerdekaan melepaskan diri dari penjajahan dan mengusir penjajah dari bumi nusantara.

Deklarasi kemerdekaan (declaration of independence) untuk memberikan arah dan mengisi kemerdekaan.

Pernyataan Bung Karno ini menarik untuk ditelusuri dan ditelaah, ada apakah dibalik dua peristiwa maha penting dari kelahiran Negara Indonesia yang disebut beliau sebagai loro-loroning atunggal itu. Untuk itu kita perlu meneliti dan menyelami sesuatu yang ada dibalik bunyi naskah kedua dokumen maha penting ini, yakni teks proklamasi dan naskah Pembukaan (Preambule) UUD 1945.

Dengan demikian maka rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila yang didasarkan pada rumusan Pancasila 1 Juni 1945 adalah tidak tepat sebab Rumusan Pancasila 1 Juni 1945 bukan dasar Indonesia merdeka, dan tidak perlu ada nya UU Haluan Ideologi Negara sebab akan mengacaukan ketatanegaraan, UUD 1945 dari Pembukaan Batang Tubuh dan Penjelasannya itulah Ideologi Negara.

Baca juga  Inilah Percakapan dalam Sidang BPUPKI saat Merumuskan Pancasila

Comments

comments