Merawat Akal Sehat

Oleh : Satria Hadi Lubis

Abu Nawas berjalan di tengah pasar sambil menengadah melihat ke dalam topinya.

Orang banyak memperhatikan ulah Abu Nawas itu dengan wajah heran.. Apakah Abu Nawas telah gila..?

Apalagi dia melihat ke dalam topinya sambil tersenyum dan penuh bahagia…

Salah seorang datang menghampiri Abu Nawas,

“Wahai saudaraku, apa yang sedang kamu lihat di dalam topi itu..?”

“Aku sedang melihat sorga lengkap dengan barisan bidadarinya..,” kata Abu Nawas dengan wajah cerah dan senyum puas.

“Coba aku lihat.!?” Kata orang tersebut.

“Saya engga yakin kamu bisa melihat seperti yang saya lihat”, jawab Abu Nawas.

“Mengapa..?”

“Karena hanya orang yang beriman dan sholeh saja yang bisa lihat sorga di topi ini”, kata Abunawas meyakinkan.

“Coba aku lihat,” kejar si penanya penasaran.

“Silahkan,” kata Abu Nawas.

Orang itu melihat ke dalam topi itu, dan sejenak kemudian dia melihat ke arah Abu Nawas.

Baca juga  Kisah Nyata Sang Jenderal yang Bertaubat karena Al-Qur'an

“Benar kamu .. aku melihat sorga di topi ini dan juga bidadari .. Subhanallah … Allahu Akbar”, kata orang itu berteriak dan didengar orang banyak. Abu Nawas tersenyum.

Sementara orang banyak yang menyaksikan ulah Abu Nawas ingin pula membuktikan, apakah benar ada sorga di dalam topi itu.

Abu Nawas mengingatkan kepada mereka semua. “Ingat hanya orang beriman dan sholeh yang bisa melihat sorga di dalam ini. Yang tak beriman tidak akan melihat apapun…”.

Satu demi satu orang melihat ke dalam topi Abu Nawas itu.

Ada yang dengan tegas menyatakan melihat sorga, dan ada juga yang mengatakan Abu Nawas bohong.

Abu Nawas tetap tenang saja sambil menebar senyum.

Akhirnya, bagi mereka yang tidak melihat sorga di dalam topi itu melaporkan kepada Raja bahwa Abu Nawas telah menebarkan kebohongan kepada orang banyak.

Baca juga  Jangan Ajari Anak-Anak Jadi Pengemis di Hari Idul Fitri

Raja memanggil Abu Nawas untuk menghadap raja.

“Benarkah kamu bilang di dalam topimu bisa nampak sorga, dengan sederet bidadari cantik..?” tanya raja.

“Benar raja .. Tapi yang bisa melihat hanya orang beriman dan sholeh. Bagi yang tidak bisa melhat, itu artinya, dia tidak beriman dan kafir”.

“Oh begitu .. Coba saya buktikan apakah benar cerita kamu itu,” kata raja, yang segera melihat, ke dalam topi Abu Nawas dari sudut kiri dan kanan, atas dan bawah.

Akhirnya raja terdiam seakan berpikir.

“Benar tidak nampak sorga di dalam topi ini. Tapi andaikan aku bilang tidak ada sorga, maka orang banyak akan tahu aku termasuk tidak beriman dan termasuk kafir. Tentu akan hancur reputasiku”, demikian kira-kira yang dipikirkan Raja.

Akhirnya, “Benar..! Saya sebagai saksi, bahwa di dalam topi Abu Nawas kita bisa melihat sorga dengan sederetan bidadari…”, kata Raja setengah berteriak.

Baca juga  Jujurlah Media Atawa Pers sudah Mati Suri?

Orang banyak akhirnya menerima cerita Abu Nawas karena khawatir berbeda dengan raja.

Ketika akal sehat dibuang ke keranjang sampah, maka akan selalu ada orang yang membungkusnya untuk menciptakan kebodohan kolektif atau kedunguan massal, kata Rocky Gerung.

Dungu itu beda dengan bodoh. Orang bodoh karena banyak tidak tahu dan itu kita bisa lihat dari wawasannya yang sempit.

Sedang dungu itu mereka yang tahu kebenaran namun takut mengatakannya. Sebab akalnya sudah mengikuti keinginan penguasa atau orang banyak yang salah.

Orang pintar yang berpendidikan tinggi juga bisa dikatakan dungu jika tidak berani mengatakan kebenaran yang sebenarnya.

Fenomena kebanyakan muslim di jaman sekarang ini, di banyak tempat adalah tidak berani mengatakan kebenaran (realita) hanya karena takut dibilang aneh, radikal, tidak pancasilais atau julukan sesat lainnya”.

Semoga kita bukan termasuk orang yang dungu.

BAGIKAN