Sampai Batas Langit

866

up! sampai batas langit adalah salah satu filosofi kehidupan Sinta. Kenapa mesti langit dan apa artinya?

Pertama, Sinta ngefans berat sama yang namanya LANGIT (dalam arti sesungguhnya..bukan nama orang lho…) karena langit memberikan keindahan yang berbeda. coba aja lihat langit malam nanti dan lihat lagi esok pagi dan malamnya, pasti tidak pernah sama.. namun pasti akan tetap INDAH!

Bulan, bintang, matahari..semuanya bersinar dgn caranya masing-masing, awan pun turut berarak dengan gaya masingmasing, ditemani birunya langit, dan apalagi kalo ditambah dengan kehadiran sang pelangi.. waaa subhanallah.. indah banget.

Sinta mulai memperhatikan keindahan langit ketika perjalanan perdakian gunung yang pertama.. kira2 tahun 1999. sejak saat itu.. Sinta suka dengan segala yang berkaitan dengan langit.. sampai-sampai pengen ngasih nama ke anak sinta nanti “LANGIT MAHAMERU”
..hehehe..ngelantur ya..

Ok.. lanjut lagi.. sekarang artinya.. terinsipasi dari perjalanan dengan menggunakan pesawat udara, memang pas mau berangkat udah diniatin.. pokoknya mau ngeliat langitnya terus. Eh, subhanallah.. ternyata.. langit pun bertausiyah kepada Sinta.. banyak hikmah yang diberikan. Yang jelas, ketika berada di tengah langit, Sinta melihat ke kanan.. ke kiri, ke depan (pake monitor pesawat).. koq gak ada ujungnya ya.. tak terbatasssss oleh apapun… jadi kepikiran, batas langit itu apa ya?

Terus seakanakan langit itu berbicara:
“orang sering bilang kan, kalo sabar itu gak ada batasnya? sama kayak langit” ..so berangkat dari hal itu.. Sinta mengerti bahwa.. kita harus beramal sampai batas langit, kita harus bertawakal sampai batas langit, kita harus bersabar sampai batas langit, kita harus berikhtiar sampai batas langit. kenapa???? karena akhirnya Sinta sadar bahwa batas langit itu adalahhhhh…… SYURGA.

Comments

comments