Sungguh pasukan Tabuk menempuh jarak 623 km menantang Imperium Romawi. Sungguh pasukan Al-Fatih mengangkat 70 Kapal lewati Gunung melintasi Besiktas ke Galata. Sungguh pasukan Jenderal Sudirman menempuh napak tilas 97 km
Sungguh saudara kita masih melangkahkan kakinya 270 km dari Ciamis menuju Monas. Sungguh saudara kita sudah bersiap dari Bogor menggerakkan langkahnya 52 km menuju Jakarta
Lantas apakah kita yang tidak memiliki Udzur. Lebih memilih bersantai di atas jok, di bawah AC, dibelakang kemudi? Atau justru memilih diam menonton di layar kaca?
Padahal… Boleh jadi harta kita lebih banyak. Boleh jadi fisik kita lebih kuat. Boleh jadi raga kita lebih terlatih.
Sadar atau tidak beberapa dari kita sanggup berlari beberapa KM menuju sekalung medali. Sadar atau tidak beberapa dari kita dapat mengayuh sepeda puluhan KM mengikuti kemeriahan hiburan yang biasa disebut funbike. Sadar atau tidak beberapa dari kita rela menancap gas puluhan bahkan ratusan KM menjalani touring dan jalan-jalan tanpa lelah maupun keluh kesah. Sadar atau tidak beberapa dari kita kuat mendaki gunung ribuan mdpl sekedar untuk refreshing dan menikmati alam
Bukankah perjalanan ini perjalanan menunaikan shalat Jum’at? Bukankah perjalanan ini perjalanan menegakkan AlQuran? Bukankah perjalanan ini perjalanan memenuhi panggilan?
“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang” (QS Shaff:14)
Bukankah perjalanan ini menuju tempat shalat yang memiliki berbagai keutamaan?
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari Nabi -alaihishshalatu wassalam- bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa menuju masjid pada waktu pagi hari atau sore hari maka Allah akan memberikan jamuan hidangan baginya di surga pada setiap pagi dan sore.” (HR. Al-Bukhari no. 148 dan Muslim no. 669)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajat.” (HR. Muslim no. 1553)
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649)
Dari Abu Musa katanya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim no. 662)
Dari Ubay bin Kaab radhiyallahu’anhu dia berkata: “Ada seorang dari golongan sahabat Anshar yang saya tidak mengetahui seseorang pun yang rumahnya lebih jauh letaknya dari rumah orang itu jikalau hendak ke masjid, tetapi ia tidak pernah terlambat oleh sesuatu shalat (yakni setiap shalat fardhu ia mesti mengikuti berjamaah, pent.). Lalu dikatakan kepadanya, “Alangkah baiknya jikalau engkau membeli seekor keledai yang dapat engkau naiki di waktu malam gelap gulita serta di waktu teriknya panas matahari.” Dia menjawab, “Saya tidak senang kalau rumahku itu ada di dekat masjid, sesungguhnya saya ingin kalau jalanku sewaktu pergi ke masjid dan sewaktu pulang dari masjid untuk kembali ke tempat keluargaku itu dicatat pahalanya untukku.” Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Allah telah mengumpulkan untukmu pahala kesemuanya itu (yakni waktu pergi dan pulangnya semuanya diberi pahala, pent.).” (HR. Muslim)
Langkah ini bukan hanya untuk menguatkan fisik tapi juga membakar jiwa. Langkah ini bukan hanya menyehatkan raga tapi juga menggetarkan hati para pengikutnya maupun musuh yang melihatnya.
Karena kita… kami tidak bermain-main dengan hal ini. Karena kita… kami benar-benar bersungguh-sungguh meminta keadilan. Karena kita… kami bukan hanya bisa berkicau dilisan atau berkelakar ditulisan. Karena kita… kami benar-benar tak dapat tidur dengan masih berkeliarannya sang Penista.
Jarak ini hanya belasan kilo dari puluhan kilo perjalanan haji/umroh. Bagi kita yang barangkali belum pernah menjalaninya anggaplah sebagai pemanasan. Tinggal tambahkan beberapa bait doa dan pinta
Semoga dengan niat yang tulus dari kesungguhan perjananan kita, Allah memilih kita untuk berangkat tahun depan. Bagi kita yang sudah pernah maka sejatinya perjalanan ini tidaklah seberapa dibanding perjalanan di padang Masyhar nanti.
Dalam langkah ini kita dapat bercengkerama. Dalam langkah ini kita dapat berbagi cerita. Dalam langkah ini kita dapat menguatkan ukhuwah, menyatukan asa.
MAKA SUDAH SIAPKAH KITA MELANGKAH? SUNGGUH SETIAP JENGKAL BUMI YANG DITAPAKI AKAN BERSAKSI.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat, “Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Al Zalzalah : 4)
Rasul lalu bertanya, “Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi?”
Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi. (HR. Tirmidzi no. 2429. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Namun hadits ini punya penguat dalam Al Kabir karya Ath Thobroni 4596, sehingga hadits ini dapat dikatakan hasan sebagaimana kesimpulan dari Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy dalam Bahjatun Nazhirin, 1: 439).
Wallahua’lam
Cakung, 30/11/2016























![[VIDEO] Bincang-Bincang UAS dengan Rocky Gerung](https://www.palingbrilian.com/wp-content/uploads/2020/06/video-bincang-bincang-uas-dengan-218x150.jpg)
![[VIDEO] Teknik Hidroganik, Teknik Baru Budidaya Padi](https://www.palingbrilian.com/wp-content/uploads/2019/10/tani-218x150.jpg)
![[VIDEO] Waspada, Modus Pencurian Mobil saat Sopir Membuka Gerbang](https://www.palingbrilian.com/wp-content/uploads/2019/09/waspada-modus-pencurian-mobil-sa-218x150.jpg)
![[VIDEO] Belajar Matematika Pakai Hotwheels](https://www.palingbrilian.com/wp-content/uploads/2019/09/belajar-matematika-pakai-hotwhee-218x150.jpg)







