Olimpiade Spesial

Apa yang membuat momen olimpiade menjadi spesial? Tiap orang bisa berbeda jawaban dan parameternya. Bisa disebabkan karena banyaknya rekor yang tercipta, hadirnya momen – momen dramatis atau mungkin karena tampilnya bintang idola didalam arena. Tapi jika diijinkan berbagi cerita, Olimpiade tahun 1992 di Barcelona, Spanyol tetap menjadi ajang olimpiade yang paling spesial buat kami. Setidaknya ada dua alasan, yakni :

Pertama, Medali Emas Pertama

Inilah pertama kalinya cabang olahraga bulu tangkis dipertandingkan di ajang olimpiade. Indonesia memiliki kans besar untuk meraih medali emas karena memiliki banyak atlet peringkat wahid dicabang ini. Jauh sebelumnya, cabang olahraga bulu tangkis sudah berulang kali mengharumkan nama Indonesia diajang All England. Kita mengenal nama Rudi Hartono dan Lim Swie King sebagai legenda hidup.

Pada Olimpiade Tahun 1992 di Barcelona, Indonesia sukses “mengawinkan” dua medali emas dinomor bergengsi perseorangan putra dan putri. Yakni diraih oleh Alan Budikusuma dan Susi Susanti, keduanya adalah anak – anak bangsa Indonesia yang berasal dari etnis China. Wajah mereka yang menangis terharu karena meraih medali emas berulangkali ditayangkan dalam acara olahraga di TVRI. Padahal mereka tidak pernah menyangka bisa meraih medali emas karena ketatnya persaingan, khususnya dari atlet – atlet China, Malaysia, Denmark, India dll.

Bahkan konon, Alan Budikusuma diberi nama “Alan” oleh teman – temannya karena dianggap tidak pernah beruntung. Artinya, nama “Alan” sebenarnya bermotif ejekan, tapi dia tetap memakai. Kisahnya agak mirip dengan nama “Pele” yang pada akhirnya malah memberi kejutan besar dan banyak keberuntungan. Selang beberapa tahun kemudian, kedua pasangan ini bukan sekedar mengawinkan medali emas, tapi juga mengawinkan dirinya. Hm,.. Ada yang tertarik mengangkat kisahnya ke layar lebar?

Kedua, Album Lagu Cinta

Inilah pertama kalinya ada seniman dankdut membuat lagu cinta bertema olimpiade. Judulnya, Barcelona yang diciptakan dan dinyanyikan langsung oleh H Ona Sutra. Liriknya berkelas, iramanya enerjik, nadanya memanjakan telinga. Terus terang, kami masih sering menyanyikan lagu ini untuk merayu bu bidan kalau dianya lagi sedikit ngambek. He..9x.

Setahu kami, tidak ada lagu dankdut yang bertema olimpiade selain lagu Barcelona. Baik olimpiade di Atlanta, AS tahun 1996 hingga olimpiade di Rio de Janeiro, Brazil tahun 2016. Seniman dankdut sekarang sepertinya lebih banyak berkutat dengan isu – isu domestik, ketimbang menciptakan lagu dengan nama kota – kota besar bertaraf internasional atau momentum kompetisi berskala global. Padahal, konsep ini bisa diadaptasi secara cerdik untuk mengasosiasikan dankdut sebagai genre musik yang bersifat mendunia.

Meski berlatar olimpiade, tapi sebenarnya lagu Barcelona bertema cinta. Berbahagialah jika anda penggemar tim sepakbola asal Catalan, karena hingga saat ini belum ada lagu dankdut yang diciptakan dengan judul Manchester United, Real Madrid, Boca Junior atau PSCS Cilacap. Kalaupun ada gubahan lagu penyemangat dari penggemar dan suppoternya, citarasanya pasti tidak akan sama dengan lagu Barcelona.

Khatimah

Hadirnya sebuah lagu yang populer bisa menjadi penggelora semangat, pembangkit euforia sekaligus menorehkan kenangan tersendiri pada sebuah ajang olahraga. Para seniman dankdut perlu memahami peluang strategis ini, jika masih berkeinginan untuk membawa musik dankdut ke pentas dunia. Jangan kalah dengan torehan prestasi musik Reggae dari daratan Jamaika yang lebih dulu mendunia. Semangat !!!

Eko Jun

BAGIKAN