Nasehat Bijaksana B.J. Habibie

93

Berikut adalah nasehat bijaksana B.J. Habibie.

***

Tanpa cinta, kecerdasan merupakan sebuah bahaya, dan tanpa kecerdasan, cinta tidaklah cukup.

***

Kalau bukan anak bangsa ini yang membangun bangsanya, siapa lagi? Jangan saudara mengharapkan orang lain yang datang membangun bangsa kita.

***

Jadilah mata air jernih yang memberikan kehidupan kepada sekitarmu.

***

Di manapun engkau berada, selalulah menjadi yang terbaik, dan berikan yang terbaik dari yang bisa kau berikan.

***

Ketika muda kita habisi dengan bermalas-malasan maka tua juga akan malas-malasan lalu tak terasa besok mati, namun kalau kita banyak belajar dan banyak analisa maka saat dia tua dia menang.

***

Harus ada yang dikorbankan ketika kamu ingin mengukir masa depan yang lebih mapan.

***

Kunci keberhasilan yang sebenarnya adalah konsistensi.

***

Jadilah pribadi yang siap sedia menghadapi tantangan yang datang.

***

Pemimpin sejati itu adalah senantiasa mau belajar dan tumbuh dalam berbagai aspek. Kemauan belajar tersebut ditujukan untuk dirinya dan rakyatnya.

***

Baca juga  Hadiah dari Pak Habibie

Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesama.

***

Kalau ditanya Habibie umur berapa? Saya jawab 90-10, namun jiwanya saya tetap 17 tahun dik, karena hidup ini hanya 24 jam sehari maka kita perlu melakukan hal yang bermanfaat.

***

Tidak ada gunanya IQ anda tinggi namun malas, tidak memiliki disiplin. Yang penting adalah anda sehat dan mau berkorban untuk masa depan yang cerah.

***

Jadilah anak muda yang produktif, sehingga menjadi pribadi yang profesional dengan tidak melupakan dua hal, yaitu iman dan takwa.

***

Kenapa kita ada di sini (hidup di dunia)? Karena kita diberikan kesempatan oleh tuhan untuk menikmati hidup yang singkat ini.

***

Kita tidak boleh lelah dan kita tidak boleh kalah, masa depan Indonesia berada di anak muda. Anak muda harus dituntun ke arah positif.

***

Tiap manusia harus meletakkan jejak-jejak. Jejak itu mencerminkan personality masing-masing dan akan dibaca oleh rakyatnya sendiri dan itu yang penting. Dunia ini tidak buta dan tuli.

Baca juga  Perginya Sang Cita Cita

***

Dalam hidup ini saya memiliki mental seperti orang yang bermain sepeda, bila saya tidak mengayuh sepeda maka saya akan jatuh, jika saya berhenti bekerja maka saya mati.

***

Bila saudara menjadi pemimpin untuk bangsa ini, jangan lupa untuk mendedikasikan waktu dan bekerja keras selama 24 Jam penuh dalam masa kepemimpinannya.

***

Pemimpin itu harus mengutamakan hubungan relasi penuh kasih sayang dan penuh penghargaan (bukan untuk penghargaan tapi untuk melayani sesama manusia) dibandingkan status kekuasaan semata.

***

Karakter pemimpin yang harus dimiliki saudara jika menjadi seorang pemimpin adalah menguasai IMTAQ, IPTEK, berlapang dada menerima kritik, rendah hati, memahami orang lain dan paling penting adalah mengenali dirinya sendiri. Mengenali dan mengupayakan yang terbaik untuk diri sendiri dan yang sedang dipimpin.

***

Islam adalah agama yang tenang dan tidak memiliki pelajaran untuk menjadi teroris, aksi kekerasan. Karena Islam adalah agama yang begitu dekat dengan nilai demokrasi.

***

Cinta adalah energi positif yang bisa menggerakan kehidupan menjadi lebih indah.

Baca juga  Selamat Jalan B.J. Habibie, Presiden yang Membanggakan

***

Cinta dapat kita artikan sebagai rasa yang ditimbulkan kepada pasangan, orang tua, sesama, lingkungan hingga kepada bangsa dan negara.

***

Tak perlu seseorang yang sempurna, cukuplah menemukan orang yang selalu membuat anda bahagia dan membuat hidup ini lebih dari siapapun.

***

Cinta sejati itu memandang kelemahan lalu dirubah menjadi
sebuah kelebihan untuk selalu mencintai”

***

Walaupun raga telah terpisah dengan kematian, namun cinta sejati tetap tersimpan rapih dalam relung hati.

***

Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati, dan berjanji untuk tidak mengkhianati.

***

Persahabatan sering berakhir dengan cinta. Tetapi cinta kadang berakhir bukan karena persahabatan.

***

Cinta itu bukanlah sebuah tatapan satu sama lain, tetapi memandang ke luar bersama ke arah yang sama.

***

Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu. Namun masa depan adalah milik kita bersama.

***

– B.J. Habibie –

Comments

comments