Produktivitas Kebaikan – Wall of Kindness

267

Apakah kita punya banyak pakaian di rumah? Berapa yang rutin kita pakai? Bagaimana nasib pakaian-pakaian lainnya? Sepatu? Atau buku? Bahkan makanan?

Apa yang tidak bermanfaat bagi kita bisa jadi bermanfaat bagi orang lain.

Kalau kita sering mendengar istilah ‘hari membuang’ di Jepang dan Jerman, mulai dari pakaian, furnitur, sampai dengan alat elektronik, maka di wilayah asia yang satu ini mulai fenomenal dengan istilah wall of kindness atau tembok kebaikan.

diwar2Wall of Kindness (bahasa Persianya: دیوار مهربانی‎‎ dan bahasa Urdunya: دیوار مہربانی‎ dīvār-e mehrabānī) dimulai fenomena viralnya dari anonim di Teheran, Iran. Istilah ini mengacu pada tembok yang secara khusus diperuntukkan bagi orang yang mau menyumbang bahan sandang dengan menggantungkannya di tembok tersebut, dan bagi siapa yang membutuhkan, dapat langsung mengambilnya.

Terutama pada musim dingin (winter) seperti sekarang ini, dimana banyak tuna wisma yang tidak memiliki pakaian musim dingin layak pakai.

diwarMotto aktivitas ini adalah “tinggalkan jika tidak dibutuhkan (leave if you do not need)” (نیاز نداری بگذار) dan “ambillah, jika kau butuh (take [it] if you need)” (نیاز داری بردار).

Baca juga  Empat Hal yang Harus Dimiliki Para Timses Caleg Era Millenial

Dari Iran pada akhir 2015 lalu, sekarang wall of kindness menyebar cepat ke Pakistan dan China melalui media sosial. Untuk Pakistan sendiri pada bulan Januari sudah disaksikan di beberapa tempat di Peshawar. Dan Februari ini bahkan meluas ke Lahore, Karachi, serta twin city Rawalpindi dan Islamabad. Di wilayah otonomi China, Guangxi Zhuang, juga diketemukan pada akhir Januari lalu.

diwar4Wall of Kindness Lahore yang diinisiasi beberapa mahasiswa Punjab University tidak hanya melibatkan bagaimana menyampaikan pesan di tembok saja, tapi juga bagaimana menjelaskan kepada orang yang membutuhkan, seperti pedagang kecil, pengendara rickshaw, dan sebagainya untuk ‘mengambil apa yang dibutuhkan’. Ada ketakutan dalam diri mereka akan kehalalan pakaian jika mereka ambil begitu saja. Maa syaaaaLlah… Betapa takutnya orang shalih akan halal haram rizqi mereka… [Perbanyak orang shalih di dunia ini yaa Robb].

diwar5Aktivitas wall of kindness ini tidak hanya melibatkan sandang, tapi mulai merambah pada hal lain, seperti disediakannya rak buku untuk yang mau menyumbangkan buku, terutama untuk orang miskin yang membutuhkan. Dan ada lagi ‘fridge of kindness’ yaitu kulkas yang diperuntukkan bagi yang mau menyumbang makanan dan yang membutuhkan makanan.

Baca juga  Skip Challenge dan Disorientasi Hidup Generasi Muda

Sebuah gerakan menjadi bernilai ‘amazing’ ketika sudah melibatkan banyak kepedulian. Ketika media sosial menyebarkannya tanpa manipulasi dan ambiguitas berita. Serta ketika kebaikan kecil tidak dipandang sebelah mata.

Seringkali kita merasa asing di negeri kita sendiri. Muncul pemikiran, ‘masih adakah orang baik?’. Padahal kita adalah orang timur yang dikenal dunia memiliki keramahan tingkat tinggi. Padahal kita bisa jadi adalah sesama muslim dan sama-sama memahami bahwa sedekah tersederhana yang disebutkan Rasulullah adalah dengan tersenyum atau bahkan menyingkirkan halangan dari jalan.

Mudah-mudahan dengan adanya kesederhanaan wall of kindness kembali mengetuk diri kita lagi untuk berbuat baik a la 3Mnya Aa Gym: mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai saat ini juga.

Mari tersenyum, bro, sis.. 🙂
Mari tambah produktivitas amal kita…

Isb, 110216
Ahyani Billah

 

Sumber:

  • sumber gambar: google image search engine
  • en.wikipedia.org/wiki/Wall_of_Kindness
  • www.goodnewsnetwork.org/iranians-erect-kindness-walls-to-warm-up-winter/
  • www.webchutney.pk/wall-of-kindness-spreads-hope-and-love-in-pakistan/
  • nation.com.pk/featured/07-Feb-2016/wall-of-kindness-reaches-lahore
  • www.bbc.com/news/blogs-trending-35132157
BAGIKAN