Menyikapi fenomena QS. Al-Maidah 51
Allah SWT berfirman:
وَاِذَا عَلِمَ مِنْ اٰيٰتِنَا شَيْـئًـا اۨتَّخَذَهَا هُزُوًا ؕ اُولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
“Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka (ayat-ayat itu) dijadikan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan.”
(QS. Al-Jasiyah: Ayat 9)
Benci dan Cinta adalah anugerah dari Allah. Dan yang namanya anugerah perlu difungsikan secara tepat. Jika Benci dan Cinta digunakan secara emosional maka timbullah perilaku : suka memperolok-olok.
“Siapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menahan (tidak memberi) karena Allah. Sungguh ia telah menyempurnakan keimanan.” (HR Ahmad)
Tidak semua benci itu salah, sebagaimana tidak semua cinta itu benar.
Jika Anda tidak memiliki rasa benci dan hanya memiliki cinta, maka Anda akan diam dan damai tenang saja bila kemaksiatan merajalela di diri Anda dan di sekitar Anda.
Benci dan Cinta itu seperlunya. Sesuai kadarnya. Tidak Ekstrim.
Bencilah karena Allah, dan Cintailah karena Allah. Bencilah kejahatan makhluk, dan Cintailah yang menciptakan Makhluk. Bencilah kelakuan buruknya, bukan malah sibuk membenci pelakunya semena-mena. Cintailah kelakuan baiknya, bukan sekedar mencintai pelakunya semata.
Rasulullah s.a.w. bersabda
“3 hal yang bila ada pada seseorang, ia rasakan manisnya iman yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada apapun, saat mencintai saudaranya dia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan dia benci kembali kepada kekufuran, sebagaimana bencinya dia bila dilemparkan ke neraka” (HR Bukhari)
Mencintai Allah dan rasul-Nya adalah yang terutama, sebab Allah adalah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sedangkan Rosulullah Muhammad s.a.w. adalah sosok manusia yang sudah disucikan-Nya. Mencintai Allah artinya mencintai Rosullullah, mencintai Allah artinya mencintai Kitabullah, Mencintai Allah berarti mencintai siapapun yang akhlaknya seperti yang dikehendaki Allah dalam kitab-Nya, yang parteknya dicontohkan oleh Rosul-Nya.
Ketika ada orang Kafir atau bahkan orang Islam yang memperolok-olokkan Kitabullah (AlQuran) berarti orang tersebut telah memperolokkan Allah dan Rosul-Nya, maka bencilah kelakuan orang tersebut dan bencilah orang tersebut ketika sedang memperolokkan AlQuran, bukan membencinya selamanya.
Tenang saja, Allah tahu betul siapa yang memang berniat jahat kepada Allah, dan Allah sudah siapkan azab untuk mereka.
Allah SWT berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْتَرِيْ لَهْوَ الْحَدِيْثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ وَّيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ؕ اُولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”
(QS. Luqman: Ayat 6)
Ketika mereka sudah tidak lagi memperolokkan AlQuran maka bergaullah kembali dengan mereka dalam rangka mendakwahi mereka. Dan janganlah kita disibukkan dengan membenci obyek dakwah kita.
Allah SWT berfirman:
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْـكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُبِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۤ ۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ ؕ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَـنَّمَ جَمِيْعَا
“Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir) maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di Neraka Jahanam,”
(QS. An-Nisa’: Ayat 140)
Dan uniknya, ayat ini direndengi sebelumnya oleh ayat tentang ciri orang munafik dan kepeminpinan.
Artinya, tingkat kemunafikan seseorang sangat terkait dengan kecenderungannya memilih non mukmin sebagai pimpinan bagi mereka.
Inilah ayat sebelumnya :
اۨ لَّذِيْنَ يَتَّخِذُوْنَ الْـكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ ؕ اَيَبْتَغُوْنَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَاِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا
“(Orang munafik adalah) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 139)
Dan inilah salah satu bukti kebenaran AlQuran, dimana hari ini ada orang kafir yang memperolokkan AlQuran, khususnya surat Almaidah ayat 51, lalu disupport oleh orang-orang munafik, yaitu orang-orang Islam yang ingin menjadikan orang kafir tersebut sebagai Pemimpin/Auliya/Penguasa wilayah.
Padahal secara kuantitas sangatlah jelas bahwa mayoritas penduduk negeri ini adalah kaum muslimin, tapi memang perlu diakui bahwa secara kualitas bisa jadi kaum muslimin malah minoritas.
So bijaksanalah, ini INDONESIA BUNG ! Banyak isu SARA yang berbuah pergolakan RASA.
Artinya, silakan saja orang non muslim mencalonkan diri jadi calon kepala daerah, itu hak setiap warga negara yang dewasa. Kita sebagai muslim tidak ada hak melarang mereka ingin jadi pemimpin. Tapi kita sebagai muslim punya kewajiban ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya.
Dengan demikian, sebagai bukti kita Ta’at kepada Allah dan Rosul-Nya, dan tentu saja ini sebagai bukti bahwa kita warga negara yang baik, maka JANGANLAH kita jadikan orang Non Muslim sebagai Pemimpin, tapi jangan pula melarang mereka mencalonkan diri sebagai Pemimpin. Itu sebabnya, kaum muslimin harus terus berkampanye untuk mengingatkan diri sendiri, keluarga, dan saudara-saudara kita agar tidak memilih Pemimpin yang tidak beriman kepada Allah, AlQuran, dan Nabi Muhammad s.a.w.
Janganlah kita balas olok-olokan mereka dengan sikap yang tidak Qurani, sehingga cukup mereka yang bersikap anti Quran, kita tetap harus bersikap Qurani.. Sehingga mampu meletakkanlah cinta dan benci pada tempatnya…
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍ ؕ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-An’am: Ayat 108)
Kang Zain























![[VIDEO] Bincang-Bincang UAS dengan Rocky Gerung](https://www.palingbrilian.com/wp-content/uploads/2020/06/video-bincang-bincang-uas-dengan-218x150.jpg)
![[VIDEO] Teknik Hidroganik, Teknik Baru Budidaya Padi](https://www.palingbrilian.com/wp-content/uploads/2019/10/tani-218x150.jpg)
![[VIDEO] Waspada, Modus Pencurian Mobil saat Sopir Membuka Gerbang](https://www.palingbrilian.com/wp-content/uploads/2019/09/waspada-modus-pencurian-mobil-sa-218x150.jpg)
![[VIDEO] Belajar Matematika Pakai Hotwheels](https://www.palingbrilian.com/wp-content/uploads/2019/09/belajar-matematika-pakai-hotwhee-218x150.jpg)







