Gubernur Sumatera Barat dan Wakilnya Terjun Langsung ke Wamena

82
Suasana rapat koordinasi Gubernur, wakil, dan jajarannya untuk para korban di Wamena

Oleh: Zico Alviandri 

Sudahlah, tak perlu mempertanyakan pemimpin lain. Saya merasa beruntung dipimpin oleh duet Irwan Prayitno – Nasrul Abit. Seketika tersiar kabar ada beberapa orang Minang menjadi korban di Wamena, mereka sigap merumuskan langkah-langkah untuk menolong warga yang masih selamat. Bahkan fisiknya hadir menemui saudara-saudara sekampung di pengungsian. Sekali lagi, abaikan saja ia yang diamanahkan menjadi pemimpin namun tak kunjung datang ke daerah konflik malah terlihat bersantai-santai di tempat yang aman bersama keluarganya.

Memang, saya tinggal di Depok, Jawa Barat. Namun tetap merasa ternaungi oleh duet pemimpin Sumatera Barat itu. Pasalnya, mereka memiliki kepedulian terhadap orang Minang di mana pun mereka tinggal. Meski tak berada di provinsi yang mereka urusi, tapi hidup di perantauan. Dan saya yang berdarah Minang dari Pesisir Selatan – satu kampung dengan para korban di Wamena – seolah sedang dipimpin mereka.

Baca juga  Sebuah Catatan Kelam Tragedi Wamena

Perihnya kerusuhan di Wamena dirasakan juga oleh seluruh masyarakat Minangkabau. Yang di perantauan merasa senasib dan sepenanggungan, yang di kampung merasa mereka masih saudara dekat. Dan Irwan Prayitno beserta jajarannya pun terpanggil merumuskan langkah-langkah untuk menolong para perantauan yang masih selamat. Musyawarah digelar, curahkan pikiran untuk mufakat kemanusiaan.

Maka diputuskanlah Wagub Sumbar Nasrul Abit pada jumat malam (27 September 2019) berangkat menuju Jayapura menyerahkan bantuan kepada perantau yang menjadi korban. Donasi dibuka bagi setiap orang – tak hanya suku Minang – yang terketuk rasa kemanusiaannya untuk memberi bantuan, di nomor rekening 2101.0210.073403 Bank Nagari Capem Kantor Gubernur Sumbar.

Tanggal 28 September, Irwan Prayitno bersama teman-teman media menerima laporan dari Wagub yang telah berada di Jayapura. Wagub telah bertemu dengan Wakapolda Papua, Danrem, Pemkab Jayapura di Sentani, dan bertemu pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jayapura serta masyarakat Minang Wamena yang mengungsi ke Sentani. Dari pertemuan itu, ada permintaan masyarakat untuk pulang ke kampung, tapi ada juga yang ingin tetap di Papua. Solusi terus dipikirkan.

Baca juga  The Avenger Team STM

Tanggal 29 September ada siaran pers bahwa Wagub bertolak ke Wamena, memastikan kondisi perantau Minang dan mendata jumlahnya. “Bagi yang ingin sementara waktu keluar dari Wamena, Pemprov Sumbar akan mengupayakan,” ujarnya.

Bayangkan betapa besarnya hati para korban itu didatangi pemimpinnya dari jauh. Sekali lagi, tak perlu lah menuntut pemimpin lain yang harusnya hadir secara fisik menyapa orang-orang yang mendapat musibah kerusuhan. Mungkin beda kapasitas.

Pantas lah mereka menjadi mata air segar di tengah padang tandus darurat sense of crisis para pemimpin rakyat Indonesia. Teladan itu masih ada.

 

Comments

comments