Direktur Utama PT BIJB Blak-blakan tentang Pembangunan Bandara Kertajati: Terima Kasih Kang Aher!

1435

Oleh: Virda Dimas Ekasaputra, 
Direktur Utama PT. BIJB.

Teringat ke pertengahan 2014 ketika fit and proper test Direksi BIJB dimulai, saya mengikuti setiap tahapan seleksi dari mulai penulisan makalah, psikotes sampai ke wawancara.

Sebagai peserta junior (secara umur saya termuda) dengan pengalaman saya dikenalnya sebagai CEO lembaga zakat, banyak yang kurang yakin (baca : memicingkan mata) kepada saya. Terlihat sekali dengan berbagai pertanyaan dan tentunya gestur dari para pewawancara.

Kandidat dari 8 orang mengerucut ke 4 orang, 2 orang mewakili unsur direksi dari kalangan muda termasuk di dalamnya saya dan 2 dari kalangan senior untuk komisaris.

Bagi pak Aher Gubernur Jabar saat itu, saya pikir pasti bukan hal mudah untuk mengambil keputusan apakah saya yang junior dan minim pengalaman di bandara, hanya modal 20 tahun lalu lulus sekolah penerbang di curug, dengan yang satunya lagi lebih senior, pernah menjadi dirut BUMN airlines.

Saya pun tidak pernah berekspektasi menjadi dirut, saya tadinya berekspektasi jadi dirops aja udah keren, biar bisa belajar dulu.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun …. ternyata beliau menandatangani kepgub kepengurusan PT BIJB pada tanggal 24 November 2014 dengan keputusan saya yang menjadi dirut. #haturnuhunkangAher

Hari-hari setelah itu adalah hari-hari yang luar biasa bagi saya, kesana kemari untuk berkoordinasi, ke berbagai stakeholder. Teman-teman tau bagaimana mereka berekpresi ketika saya di tetapkan jadi dirut? luar biasa. Memandang sebelah mata.

Ada yang nyeletuk ….. “moal jadi ieu bandara …”

Begitu pelantikan, dirops mengundurkan diri, otomatis saya direksi sendirian dan dua komisaris memulai langkah awal. Alhamdulillah dua komisaris saya orang orang yang luar biasa, mantan kepala sekolah saya dan mantan direksi di ap2, untungnya kami lahir dari rahim yang sama yaitu dari PLP curug, cewama eka tayai mengabdi untuk persatuan …

Tantangan pertama adalah melaksanakan RUPS perdana, alhamdulillah bisa terlaksana pada bulan Mei 2015, dengan setoran modal 50 milyar kami memulai organisasi.

Bolak balik ke berbagai stakeholder …. seringkali kami dilecehkan. Pernah sekali kami presentasi, gestur mereka sangat tidak ramah dan belum selesai kami presentasi beliau bilang “Pak Virda nanti kesini sini lagi bawa team ahlinya aja ya..” mak jleb. Terkenang kata kata itu sampai hari ini.

Alhamdulillah tantangan selanjutnya melaksanakan pengadaan kontraktor, dengan modal 350 milyar, Alhamdulillah bisa diselesaikan bulan Oktober 2015, paket 1 insfrastuktur oleh Adhi Karya dimulai November 2015, paket 2 terminal dimulai Desember 2015.

14 Januari 2016 ada kunjungan presiden, dengan pernyataan akan mengambil alih pembangunan sisi darat, memang sisi udara (runway pada waktu sudah mulai dibangun sejak tahun 2013) dan Alhamdulillah sampai 2017 pemerintah pusat sangat membantu dengan kucuran APBN sampai sisi udara selesai terbangun termasuk ATC Tower dan peralatannya. Salam hormat saya buat ibu Yudhi Sari.

Rencana pengambilalihan pembangunan sisi darat tidak mudah dilaksanakan, aturan tentang PP Nomor 40, dan ketersediaan anggaran menjadi permasalahan. Alhamdulillah pak Gubernur Aher memberikan dorongan untuk pembangunan sisi darat tetap berjalan, tentu akhirnya target pembangunan jadi mundur, capaian progres konstruksi dr target 3% perbulan menjadi setengahnya hanya 1.5% perbulan saja sudah keren.

Koordinasi dengan berbagai pihak terutama dengan BPKP khususnya BPKP Jabar intens dilaksanakan untuk menghitung cut off kalau terjadi pengambilalihan.

Terjadi reshuffle kabinet, yang berujung penyerahan kembali pembangunan sisi darat ke pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT BIJB pada bulan Oktober 2016, 10 bulan proses untuk rencana pengambilalihan akhirnya kandas. Bisa dibayangkan kalau keputusan pengambilalihan itu disetujui oleh Pak Gubernur Aher dan PT BIJB diminta menghentikan pembangunan? Kita akan kehilangan 1.5%×10 bulan, 15% progres konstruksi akan hilang yang tentu impactnya kelihatannya tidak akan selesai dan beroperasinya BIJB Kertajati pada 24 Mei kemarin. #HaturNuhunKangAher

Pembangunan terus berlangsung, Alhamdulillah menunjukan sinyal positif, pihak pihak yang cangcaya mulai tumbuh kepercayaannya kepada kami.

Tantangan selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan dana untuk pembangunan, ini pengalaman yang spektakuler buat saya pribadi, kebutuhan dana untuk proyek senilai 2.6T (konstruksi 2.16T, Cadangan Pembangunan 200M, dan modal kerja 240M) baru tersupport 900M dari setoran modal pemegang saham (Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT JS). Kami masih harus mencari sisa pendanaan 1.7T lagi …. Allahu Akbar!

Dengan dukungan Pak Gubernur dan tim pemprov (dimotori oleh Pak Asda 2, Pak Kadihub dan Pak Karo BUMD) dan tentunya dukungan yang lain. Kami mendapatkan support dari perbankan syariah 1.5T.

Alhamdulillah, PT BIJB perusahaan yang baru berdiri mendapat suntikan dana dari 10 bank daerah syariah dan 1 bank syariah nasional semakin mantap … Ini adalah bentuk dukungan bank syariah kepada pembangunan infrastruktur yang paling keren khususnya untuk pembangunan bandara.

Salah seorang Direksi bank Jateng syariah, menyampaikan “Penting bandara ini disupport bank syariah, masa gubernurnya ustadz pembiayaannya non syariah. He He” … Alhamdulillah rezeki anak sholeh.

Alhamdulillah sisi darat terutama terminal utama semakin mewujud, puncaknya dengan toping off atap. Milestone pembangunan yang sangat penting untuk membangun kepercayaan publik.

Salah seorang penasihat investasi Provinsi Jawa Barat, memberikan komentarnya kepada saya.

Pak Virda, saya menyampaikan apresiasi kepada bapak dan tim, saya tau waktu bapak dilantik tidak ada satu pun stakeholder yang percaya, hanya satu orang yang percaya, tanya siapa? Beliau adalah Pak Gubernur Jawa Barat“..

Meleleh saya ….

Namun sekarang, beliau bilang bapak mendapatkan dukungan luar biasa dari semua pihak.”

#HaturNuhunKangAher

Tantangan selanjutnya adalah pengoperasian, negosiasi panjang akhirnya berhasil dirumuskan kerjasama antara PT AP2 dan PT BIJB dalam bentuk perjanjian pengoperasian, AP2 bertanggung jawab dalam operasi dan perawatan, BIJB bertanggung jawab dalam pengoperasian. Pertama dalam sejarah kebandarudaraan indonesia sinergi BUMN dan BUMD.

Alhamdulillah bandara diresmikan pengoperasiannya dimulai dengan pendaratan perdana pesawat kepresidenan pada pagi hari, dan sore hari ditutup dengan tasyakur bi ni’mah historical flight bersama pak Gubernur Aher dan rombongan termasuk para kuwu dan tokoh daerah Majalengka. Tanpa mereka, BIJB juga tidak bisa berjalan dengan baik sampai peresmian pada tanggal 24 Mei 2018 itu.

Rasanya sampai di sinipun saya secara pribadi sudah luar biasa, cukup sampai sini rasanya. #HaturNuhunKangAher

Tantangan PT BIJB selanjutnya adalah mengkomersialisasi bandara agar bisa untung karena ada harapan dari investor dan lender untuk uangnya kembali dan tentunya harapan dari masyarakat untuk mendapat layanan yang baik.

Terakhir karena PT BIJB juga punya tugas untuk mengembangkan aerocity, ini tantangan pamungkas, di era abad 21 dimana mobilitas barang dan orang yang melalui udara meningkat pesat, konsep aerocity adalah solusi, sebagai warga negara internasional yang butuh mobilisasi cepat, makan pagi di Kertajati, rapat di Singapura, makan malam di Dubai, dan besoknya sudah di Kertajati lagi bukan hal yang mustahil.

Pengiriman barang ekspor ke berbagai negara bukan hal yang aneh lagi. Konsep aerocity ini mudah mudahan yang pertama terwujud di Indonesia. Sebuah perencanaan yang brillian yang perlu dikawal bersama agar terlaksana. Tentu ini hasil kerja tim yang baik dengan leader yang visioner.

#HaturNuhunKangAher

Hari ini adalah hari terakhir beliau menjadi gubernur di Jawa Barat, saya hanya bisa ikut mendoakan semoga beliau senantiasa ada dalam lindungan Allah SWT, di usia yang masih muda, masih banyak yang beliau bisa lakukan.

Hatur nuhun Kang Aher atas kepercayaannya kepada saya untuk berkontribusi dalam pembangunan di Jawa Barat khususnya di pembangunan BIJB Kertajati.

#TerimaKasihAher

BAGIKAN